Batik Pring Sedapur Terinspirasi Pohon Bambu

Indonesia kaya akan keragaman batik. Bahkan semakin hari, semakin banyak motif batik yang akhirnya muncul di permukaan. Salah satunya ialah motif batik Pring Sedapur dari Magetan, Jawa Timur.

Berdasarkan sejumlah referensi, lahirnya batik Pring Sedapur dapat ditarik garis merahnya sejak zaman perkembangan agama Islam. Pecahnya peperangan mengakibatkan banyak prajurit Mataram lari ke daerah timur.

batik pring sedapur


Mereka sampai di Gunung Lawu dan mulai mencari tempat yang aman untuk bermukim. Lalu para pelarian berbaur dengan warga Desa Sidomukti dan sekitarnya.

Di desa ini ada Dusun Papringan. Disebut papringan lantaran di dusun ini banyak tumbuh pohon pring atau bambu. Para prajurit pun mulai mengajarkan keterampilan berupa membatik kepada warga setempat.

Referensi yang saya perolah, pada tahun 1998 Kepala Desa Sidomukti, Tikno bersama penggemar batik asal Ngawi, Arif belajar membatik. Keahlian ini kemudian dikembangkan di Kabupaten Magetan.

Sementara itu, alam memberikan ide dan gagasan yang tak terkira pada perjalanan batik Pring Sedapur. Pepohonan bambu di Desa Papringanlah yang dijadikan ide lalu lahirlah karya batik yang cukup terkenal di Indonesia ini.

Bicara batik bukan hanya menyinggung soal garis dan warna. Demikian juga dengan Pring Sedapur. Menurut Tikno, seperti yang saya kutip dari infobatik.id, filosifi batik ini sangat tinggi.

Ia sebutkan, pohon bambu biasanya selalu bergerombol. Jarang ada pohon bambu tumbuh tunggal. Berbeda dengan satu batang yang ditinggalkan atau disisakan karena batang lain sudah ditebang. Bergerombolnya pohon bambu adalah sebuah kekuatan.

Sedapur atau satu gerombolan adalah harapan agar batik mampu menyatukan beragam perbedaan. Seperti layaknya bambu.

Di awal perkembangannya, Tikno menjalin kerja sama dengan Pemkab Magetan. Oleh pemerintah, diselenggarakan pelatihan membatik untuk warga Desa Sidomukti. Bukan hanya melatih, pemerintah daerah pun peduli dengan memberikan bantuan peralatan membatik. Kelak masyarakat akhirnya merasakan manfaat batik.

Kini batik Pring Sedapur menjadi salah satu ikon Kabupaten Magetan. Pegawai negeri di kabupaten di lereng Gunung Lawu ini mengenakannya sebagai seragam dengan rasa bangga. Kini cukup judah menemukan gerai batik Pring Sedapur. Harganya beragam dari pukuhan hingga ratusan ribu rupiah per helai.

Setelah dikenal sebagai batik lokal Magetan, ceruk bisnis diambil beberapa pengusaha dengan memperkenalkannya secara lebih luas ke Lamongan, Surabaya dan Yogyakarta.

Demikian uraian saya tentang batik Pring Sedapur. Tunggu informasi berikutnya tentang motif-motif batik dari daerah lainnya di Indonesia. ***

1 Response to "Batik Pring Sedapur Terinspirasi Pohon Bambu"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel