Batik Banyuwangi Bukan Hanya Gajah Oling, Semua Memesona

batik-banyuwangi-14-9-21

Banyuwangi mendapatkan banyak julukan, misalnya Sunrise of Java atau Bumi Blambangan. Potensi wisatanya komplit, dari pesona alam, kuliner hingga Batik Banyuwangi.

Seperti apa Batik Banyuwangi itu, salah satunya dituturkan oleh pemilik Sanggar Batik Virder dri Desa Simbar, Kecamatan Cluring.

Suyadi menjelaskan bahwa motif batik khas Banyuwangi banyak ragamnya. Salah satu motif yang paling terkenal adalah Gajah Oling. Dari asal katanya, Gajah Oling merupakan gabungan kata dari gajah dan uling, yaitu sejenis ular yang hidup di air (semacam belut).

Bentuknya di kain sangat sederhana yakni seperti tanda tanya. Itu memiliki makna sebagai bentuk belalai gajah sekaligus uling atau hewan air mirip belut tadi. Untuk memberinya keindahan, Batik Banyuwangi juga punya ornamen lain sebagai pendukung ornamen utama tadi.

Ornamen pelengkap itu beragam bentuknya, mulai dari kupu-kupu, suluran (semacam tumbuhan laut) dan manggar (bunga pinang atau bunga kelapa).

Setiap motif batik memiliki pakem, demikian juga dengan Batik Banyuwangi. Namun seiring perkembangan pasar, pakemnya bisa dimodifikasi tanpa harus meninggalkan Gajah Oling tadi.

Di Sanggar Batik Virdes sendiri Suyadi menciptakan motif lain seperti Kawung, Kipasan, Kluwungan, Kopi Pecah, Kuping Gajah, Gedekan, Galaran, Blarakan, Blarak Semplah, Manukan, Kangkung Setingkes, Sembruk Cacing, dan masih banyak lagi.

Batik Banyuwangi Mendunia

Keindahan ragam motif Batik Banyuwangi menyita perhatian penikmat batik. Ini karena sekarang banyak pembatik yang melestarikan budaya nusantara ini.

Batik Virdes sukses mengembangkan pemasaran produknya hingga ke sejumlah kota besar di Indonesia. Ada yang dikirimkan ke Palembang, Jambi, Kalimantan. Kalau untuk kota di Surabaya, hampir semuanya dimasuki produk ini.

Namun bukan hanya orang Indonesia yang menyukai Batik Banyuwangi. Menurut pengakuan Suyadi, ia kerap memasok permintaan batik ke negara asing.

Ia menyebut Italia, Perancis, Inggris dan Australia. Nah, hebat bukan sobat batik Indonesia itu? Dibuat di Indonesia, namuan digemari oleh orang bule yang kabarnya maju dan moderen itu.

Tentang Motif Gajah Oling

Salah satu daerah yang memiliki kerajinan batik dengan motif khas adalah Banyuwangi. Motif - motif batik yang tercetak pada batik Banyuwangi tidak hanya merupakan sebuah perwujudan estetika dari ragam hias.

Batik ini juga memiliki nilai – nilai yang dianut oleh masyarakat Banyuwangi. Motif yang tercipta kebanyakan dipengaruhi oleh kondisi alamnya sendiri, bahkan Gajah Oling.

Gajah adalah mahluk atau hewan yang besar, kuat, sementara cacing atau belut adalah hewan kecil. Dengan demikian motif ini mengandung filosofi untuk senntiasa mengingat kepada Yang Maha Besar yaitu Allah SWT.

Alkisah, Batik Banyuwangi Gajah Oling saat dahulu menjadi syarat utama bagi orang tua yang ingin membawa anak kecilnya keluar rumah saat menjelang malam.

Caranya dengan membungkus badan di kecil dengan cara digendong menggunakan kain bermotif Batik Oling untuk menangkal pengaruh mahluk jahat.

Sampai sekarang, khususnya di pedesaan di Banyuwangi masih ada masyarakat yang menganggap motif ini bukan sekadar gambar. Namun memiliki kekuatan tersembunyi untuk menangkal mahluk halus yang ingin mengganggu anak-anak.

Mereka akan menggendong anak kecil yang menangis saat menjelang malam dengan batik Gajah Oling.

Motif Lain Batik Banyuwangi

Selain Gajah Oling Batik Banyuwangi juga melahirkan ragam lain yang bisa kalian baca di bawah ini:

Motif Kangkung Setingkes

Mengandung arti persatuan dan kesatuan. Kangkung tentu kalian sudah tahu ya, itu yang sering dijadikan tumis dan banyak dijumpai di Banyuwangi sebagai sayuran rakyat.

Sementara setingkes artinya diringkes atau diikat menjadi kekuatan. Maknanya adalah persatuan masyarakat Banyuwangi yang diikat dengan persatuan sehingga menjadi sebuah kekuatan.

Motif Sembruk Cacing

Motif ini memasukkan gedek atau dinding rumah yang dibuat dari anyaman bambu serta hewan cacing. Zaman dahulu, dinding rumah belum tembok seperti sekarang ini, melainkan gedek.

Motif ini juga sangat khas Banyuwangi sehingga tidak akan kalian temukan di daerah lain.

Motif Lain

Masih banyak jenis atau motif Batik Banyuwangi yang bisa kalian lihat di Museum Budaya Banyuwangi. Ada 22 dari 44 motif yang dipajang dan  dipamerkan di sini.

Motif-motif itu ialah Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Sembruk Cacing, Gringsing, Semanggian, Sisik Papak, Kawung, Ukel, Moto Pitik, Umah Tawon, Kopi Pecah, Gedhegan, Gajah Mungkung, Paras Gempal, Srimpet, Wader Kesit, Lakaran, Juwono, Garuda Mungkur dan Sekar Jagad.

Sentra Batik Banyuwangi

Salah satu tempat yang menjadi sentra batik di Banyuwangi adalah Desa Kemiren, di Kecamatan Glagah. Di desa adat ini, masyarakatnya masih menyimpan batik motif asli Kemiren yang berusia ratusan tahun.

Bahkan di Kemiren terdapat banyak motif batik asli suku Using. Motif batik tulis asli Kemiren ini hingga saat ini masih dipertahankan.

Hanya saja tidak semua bisa ditiru karena kerumitannya yang tingkat tinggi. Misalnya motif gringsing yang guratan motifnya kecil dan memanjang yang pengerjaannya menggunakan canting berukuran kecil. Teknik warna degradasinya juga sulit ditiru.

Selain Desa Kemiren, sentra Batik Banyuwangi lain juga ditemukan di Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Kabat, Kecamatan Cluring dan Kecamatan Sempu.

Di Kecamatan Kabat terdapat Batik Pringgokusumo di Desa Labanasem. Pembuatan batik di sini lebih mirip sebuah industri rumahan, dimana terdapat satu ruang pamer, tempat pembuatan batik cetak, penjemuran dan pencelupan.

Pemkab Banyuwangi mendukung upaya pelestarian batik dengan menyelenggarakan even bernama Festival Batik Banyuwangi yang dimulai tahun 2013 silam.***

0 Response to "Batik Banyuwangi Bukan Hanya Gajah Oling, Semua Memesona"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel