Pengrajin Batik di Lingga Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan Riau - Lingga

Batik merupakan warisan budaya yang kaya dan indah di Indonesia, yang telah ada sejak zaman kerajaan. Sejumlah daerah di Indonesia telah menjadi tempat bersemi dan berkembangnya seni membatik, menjadi bagian integral dari identitas budaya masyarakat setempat. 

Dari Sabang hingga Merauke, keindahan motif dan teknik batik menjadi cerminan kekayaan sejarah dan keberagaman warisan nenek moyang yang tetap lestari hingga saat ini.

Beberapa daerah di Indonesia membanggakan ciri khas batik lokal yang menggambarkan keunikan budaya dan seni rupa setempat. Misalnya, batik Betawi dengan motifnya yang ceria dan penuh kehidupan, atau batik Jawa yang menghadirkan keindahan filosofi serta tatah lengan yang rumit.

Selain itu, batik dari daerah-daerah seperti Solo, Pekalongan, dan Madura juga menonjolkan ragam desain yang membedakan satu daerah dengan yang lain, menunjukkan keberagaman warisan budaya Indonesia yang memukau.


Batik Lingga
Sumber Foto: disbud.kepriprov.go.id

Batik adalah warisan budaya Nusantara, tidak terkecuali di Lingga. Batik juga bagian dari budaya Melayu Lingga. Batik telah menjadi pakaian orang Melayu Lingga sejak masa lampau. 

Kain Batik di zaman kerajaan Lingga-Riau telah menjadi bagian dari pakaian kalangan istana. Kain Batik dijadikan juga bagian hantaran mas kawin raja sama raja di Kerajaan Lingga-Riau.

Di zaman kerajaan Lingga-Riau usaha pengrajin batik telah berkembang di Lingga. Beberapa manuskrip jawi tentang cara membuat batik kedah dapat ditemukan di Museum Linggam Cahaya. 

Manuskrip ini berasal dari Rumah Laksamana Lingga Encik Muhammad Yusuf di Kampung Tengah Daik dan beberapa cap batik dapat ditemukan di rumah tersebut. Laksamana Lingga Encik Haji Muhammad Yusuf bertugas semasa Sultan Abdurrahman Muazzam Syah (1884-1911). Hal ini menunjukkan membatik telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Melayu Lingga di masa yang lalu.

Pemakaian kain batik telah menjadi tradisi khususnya bagi kaum wanita. Kain batik dijadikan kain sarung yang dipakai sehari-hari dirumah dengan baju kebaya atau pun baju kurung. Kain batik juga dijadikan baju kurung namun sangat langka di temui. 

Di masa kini membatik masih dilakukan oleh pengrajin yang ada di Daik. Motif batik yang dipakai adalah motif tradisional yang berasal dari Lingga antara lain corak bunga kiambang, kelopak jambu air, bunga kesumba, dan lain-lain.

Pemkab setempat juga memberikan dukungan kepada pengrajin agar batik lokal bisa terus dikembangkan.

Bukan hanya batik, menenun juga menjadi perhatian Pemkab Lingga. Sebagai contoh pada akhir Juli 2022 lalu. Bupati Lingga yang diwakili Staff Ahli Bidang Pariwisata, Sa’ad membuka kegiatan Pelatihan Keterampilan Menenun Bagi Tenaga Kerja Mandiri Tahun 2022 bertempat Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Kabupaten Lingga.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, turut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga Maratusholiha Nizar. (***)

0 Response to "Pengrajin Batik di Lingga Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan Riau - Lingga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel