Nafas Blog Ini karena Kecintaan Saya akan Batik dan Tenun

Cintailah sesuatu sepenuh hati, biarkan hasilnya mengalir untukmu...

Halo Sobat Batik, mungkin agak aneh ya membaca kalimat pembuka seperti di atas? Artikel ini memang jauh sekali berbeda dengan artikel saya sebelumnya yang dominan mengulas produk batik. Meski begitu, masih ada benang merahnya kalau kalian baca smpai tuntas.

Batik dan tenun koleksi pribadi
Bertahun-tahun silam, untuk membuat konten blog kok rasanya malas. Malas banget. So, kenapa saya tiba-tiba seperti terbangun dari tidur dan memberi nafas lagi untuk blog ini? Jawabannya sederhana, kecintaan saya akan batik dan akhirnya menjalar ke tenun, membuat saya kembali mengaktifkan blog yang udah lama tak terjamah ini.

Memutuskan Berwirausaha
Mengapa saya juga pada akhirnya memilih berwirausaha yang ada hubungannya dengan batik dan tenun. itu juga karena alasan kecintaan saya pada batik dan tenun.

Menyukai wastra nusantara atau kain-kain tradisional asli Indonesia, tidak pernah terbayang sebelumnya. Memakai kain tradisional pun bisa dihitung dengan jari karena harus menghadiri undangan atau jika mengharuskan memakai seragaman kebaya apabila ada sodara yang menikah.

Kalo sekarang? Saat saya lagi muter-muter di Thamrin City, saya bisa betah berlama-lama ngobrol dengan pedagang batik Lasem,salah satu batik favorit saya. Melihat begitu cantik koleksi batik Lasem jualannya. Dan berakhir dengan saya membeli beberapa lembar batik ­čśë

Masa dimana saya masih bekerja kantoran
Di pertengahan tahun 2012, saya mulai bekerja sebagai buyer di sebuah perusahaan start up E-Commerce terbesar saat itu. Dan kategori yang saya handle adalah Indonesian Heritage yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan batik atau tenun baik itu apparel (busana), sepatu, tas, aksesories, home decor, dll. Salah satu tugas buyer adalah mencari mitra supplier untuk dapat diajak kerjasama.

Karena pada saat saya join, E-Commerce tersebut baru awal-awal launching, jadi bisa dibayangkan, saya harus kejar target untuk bisa mendapatkan mitra supplier dalam tenggat waktu yang pendek. Nah, dari situlah awal saya banyak mendapatkan pengetahuan baru mengenai jenis batik dan tenun Nusantara. Ternyata oh ternyata, begitu banyak jenis dan motif batik dan tenun yang memikat hati.

Banyak pengetahuan yang saya dapatkan, saat saya meeting dengan mitra supplier. Bagaimana mereka membangun bisnis dari awal, bagaimana mereka memproduksi, dan info-info menarik lainnya. Saya bekerjasama lebih dari 100 mitra supplier selama saya bertugas sebagai buyer Indonesian Heritage. Banyak ilmu pengetahuan tentang batik dan tenun ini.

Hal tersebut membuat saya berfikir, kapan yaa bisa mempunyai usaha seperti itu? Menghasilkan uang dari sesuatu hal yang memang sangat kita sukai.

Setelah kurang lebih saya setahun bekerja di retail E-Commerce tersebut, saya memutuskan untuk mulai membangun bisnis sendiri. Menantang diri sendiri, apakah saya bisa menghasilkan uang tanpa kerja kantoran?

Baca juga : Tampil Klasik Cantik Dengan Batik Sragen

Tahun 2013 saya mengawali berjualan online, memasarkan tas dan sepatu dari bahan batik dan tenun. Belum punya pengalaman sama sekali dalam berjualan online. Saat itu berjualan online hanya lewat BBM (Blackberry Messenger). Tehnik-tehnik berjualan online pun masih nol.

Pahami Barangmu

Tapi paling tidak saya punya pengetahuan dasar mengenai bagaimana kualitas barang yang bagus, dan pemilihan supplier sangat menentukan kualitas barang yang saya jual. Intinya kalo saya sreg dan suka dengan barang yang saya jual, itu artinya layak saya jual.

Menurut saya, sebelum berjualan penjual harus menguasai product knowledge (pengetahuan mengenai produk yang akan dijual). Kalo saya pribadi, saya harus memakai dulu produk yang akan saya jual, jadi merasa confident kalo harus menjelaskan kepada calon pembeli.

Kurang lebih 6 bulan saya mulai berjualan, saya merasa amazing dengan omzetnya, dalam arti positif yaa. Tidak menyangka sama sekali omzet yang didapat benar-benar di luar expectasi. Memang sih pada saat itu produk-produk dari batik dan tenun memang sedang high demand (banyak permintaan). Jadi momentnya benar-benar pas!

Konsisten, fokus, tidak mudah putus asa adalah kunci bagi saya untuk menjalani bisnis ini. Tahun 2020 saya memasuki umur 7 tahun di dunia onlineshop. Tentunya manis, asin, pahit, dan rasa lainnya sudah pernah saya rasakan. Alhamdulillah masih survive sampai dengan sekarang. Saya dan teman juga sempat membuat brand baju sendiri, tapi karena kesibukan, masih vacum sampe dengan sekarang.

Memasarkan produk dengan bahan batik dan tenun ini tidaklah mudah. Sebab bahan ini merupakan bahan yang terbatas, bukan merupakan massive product yang diproduksi secara pabrikan. Bahan batik dan tenun ini dibuat secara handmade. Tidak semua orang menyukai bahan ini, tetapi dengan ketrampilan pengrajin, perkembangan handmade product sampe dengan sekarang sangat luar biasa. Keunikan produk handmade, merupakan hal yang menjadi selling poinnya.

Berjualan online masa kini tidak semudah 5 tahun yang lalu. Banyak sekali ilmu yang harus dipelajari. Begitupun juga dengan saya, harus selalu menambah pengetahuan mengenai berjualan online, karena ternyata algoritma Facebook dan Instagram selalu berubah-ubah. Itu awalnya saya baca dari buku dan Facebook Group atau follow motivator berjualan online saya baca dan ikuti.

Lantas saya rasakan, dan ternyata memang seperti itulah kenyataannya. Jadi apa yang dirasakan teman-teman saya yang Blogger, bagaimana mereka harus selalu mengikuti algoritma Google untuk tetap bisa eksis gajinya dari Adsense, juga saya rasakan.

Baik Google Adsense, Facebook, Instagram menurut saya memiliki algoritma yang terus diperbarui. Artinya jika saya tidak senantiasa mengupdate informasi, usaha online saya bisa tertinggal.

Saya akan sangat senang jika ada sobat yang juga menjalankan usaha seperti saya dan saling share banyak hal. Silakan ketuk pintu rumah saya melalui halaman Contact di bawah halaman ini. Semoga artikel ini bermanfaat***





0 Response to "Nafas Blog Ini karena Kecintaan Saya akan Batik dan Tenun"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel