Sepatu Lurik, Produk Terbaru, Langsung Laku

Sepatu lurik? Pasti deh langsung kebayang kain lurik yang sangat kondang di Jawa, khususnya di Jawa Tengah. Nggak salah sobat, kali ini saya akan menjelaskan produk terbaru d.a.t yang sudah tersedia di lapak online Instagram @adhiantirina.

Tetapi sebelumnya yuk kita ketahui dahulu beberapa hal penting terkait tenun lurik atau kain lurik. Nah kan benar sobat, belanja di lapak saya sekaligus menambah pengetahuan tentang tenun. Karena saya akan selalu mereview produk beserta bahannya.

 


Kain Lurik Adalah

Bicara kain lurik berarti bicara masa lalu, tepatnya mundur ke tahun 1962. Seorang warga Yogyakarta bernama Dibyo Sumarto mengawali berdirinya rumah industri kain lurik di sebuah bangunan sederhana.

Memiliki jiwa seni tinggi, Dibyo memproduksi selarik kain dengan makna kesederhanaan. Belakangan kain tersebut diberi nama lurik. Tak disangka produk yang dibuat di rumah di kawasan Krapyak Wetan, Sewon, Bantul, Yogyakarta ini semakin hari semakin terkenal.

 


 

Asal Kata Lurik

Lurik berasal dari kata lorek yang dalam bahasa Jawa berarti garis. Memang, kalau dilihat garis-garis lurus sederhana menjadi ciri khas kain tenun lurik. Garis tadi sebagai penggambaran nilai kesederhanaan hidup. 

Seiring berjalannya waktu, kain tenun lurik menjadi semacam simbol yang melekat pada kaum biasa. Artinya warga kebanyakan, bukan dari kalangan ningrat.

 


 

Sudah Ada Sejak Prasejarah

Berbagai penemuan justru mengindikasikan kain tenun lurik sudah ada jauh hari bahkan zaman prasejarah. Salah satu buktinya ialah berbagai prasasti peninggalan zaman Kerajaan Mataram (851-882 M).

Selain itu bukti lain berupa berbagai wujud pemakaian kain lurik pada arca-arca dan relief candi yang tersebar di Pulau Jawa.

Sayangnya seiring berjalannya waktu kain lurik sempat mengalami pasang surut. Bahkan nyaris tenggelam karena harus bersaing dengan motif lain yang jumlahnya kini sangat banyak dengan reputasi yang lebih mendunia.

Namun d.a.t tetap mengingatkan sobat dan kita semua bahwa lurik adalah kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Dan dengan mengenakan sepatu lurik sobat turut menjaga kelestariannya.

 

 

Makna Lebih Dalam

Kesederhanaan yang terdapat pada garis-garis kain tenun lurik mengandung filosofi yang lebih dalam. Di sini ada makna perilaku yang baik dengan digambarkan sebagai garis lurus. Juga garis yang menghubungkan manusia dengan Tuhan, artinya sebagai manusia tetap menyembah sang pencipta dan tak boleh sombong.

Perbedaan Kain Lurik dan Batik

Tahukah sobat jika sebenarnya antara kain lurik dan batik itu berbeda? Lurik ialah kain khas Jawa berasal dari daerah Yogyakarta yang dibuat dengan cara ditenun.

Untuk mendapatkan beragam warna, benangnyalah yang diberikan warna khusus. Bukan digambar di atas selembar kain seperti pada batik.

Lurik biasanya mengandalkan pewarnaan alami, dan didominasi warna cokelat dan hitam. Namun seiring kemajuan zaman warnanya dibuat lebih semarak.

Usia lurik juga lebih tua dari batik. Kita harus bersyukur karena beberapa desainer ternama Tanah Air pun banyak yang mengadakan fashion show dengan busana dari kain lurik.

Dengan perpaduan dengan batik, hasilnya adalah busana indah nan cantik.

 

 

Upaya Melestarikan

Kain lurik juga ditemukan di Solo. Bahkan Tim Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membuat inovasi lurik batik.

Dilaksanakan pada September 2020, berupa kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. 

Mereka pun mengadakan roadshow dan sosialisasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Inovasi Seni Kreasi Lurik Batik untuk Mendisversifikasi Cendera Mata Khas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Ketua LPPM UNS, Okid Parama Astirin, mengungkapkan, pembuatan lurik batik ini merupakan suatu langkah inovatif mengembangkan motif lurik konvensional. Ia berharap bisa mengangkat produktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mitra yang ada di Klaten. 

Pengabdian masyarakat yang dilakukan LPPM UNS tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di Desa Tlingsing, Cawas, Klaten. Selain itu, melalui lurik batik yang berhasil diciptakan tersebut diharapkan mampu memberikan warna tersendiri dalam perkembangan dunia fashion khususnya lurik.

 


 

Eloknya Sepatu Lurik

Sobat sudah membaca beberapa sisi dari kain lurik bukan? Bagian terakhir adalah saatnya happy shopping hehe.

Mengapa harus sepatu lurik? Karena meski dibuat dari bahan lurik yang kelahirannya sejak zaman tempo dulu, namun tetap asyik dikenakan sebagai bahan aksesoris. Pada kali ini ialah sepatu wanita.

Untuk memberikan kesan modern, sepatu ini dihiasi aksen pita cantik di setiap produk yang menandakan sebuah komitmen. Komitmen untuk selalu berusaha berjalan, di jalan yang baik dan lurus.

Jangan lupa bahagia ya sobat. ***

0 Response to "Sepatu Lurik, Produk Terbaru, Langsung Laku"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel