Ketika Nia Fliam yang Orang Amerika Tak Rela Batik Dianggap Seni Primitif

Saya selalu merasa bergetar setiap kali membaca artikel tentang orang luar negeri yang mencintai batik.

Kali ini saya membacanya dari voaindonesia.com, tentang Agus Ismoyo dan Nia Fliam yang datang ke Amerika untuk mengajarkan teknik membatik kepada msa dan mba Bule di Amerika.

Nia fliam pencinta batik indonesia
Foto - tangkapan layar youtube hello studio tv

Dari tulisan ini diketahui jika Agus Ismoyo lahir dari keluarga yang mengerjakan batik untuk keraton. Saya menilainya darah batik memang mengalir dalam dirinya.

Sementara Nia Fliam, lahir di Amerika dan belajar di Pratt Institute, New York. Yang membuat saya terkesan ialah sikapnya saat masih kuliah dan mendapati tulisan jika batik dikategorikan seni primitif yang tersingkirkan.

“Waktu saya baru mengetahui tentang batik dan Indonesia, buku-buku seni Indonesia terdapat di bagian ‘seni primitif’, jadi bagi saya itu lucu. Kesenian Indonesia begitu agungnya, jadi kalau dianggap primitif itu, suatu sikap yang menurut saya tidak rela untuk mendengarnya”, ujarnya, saya kutip dari voaindonesia.

Ia datang ke Indonesia tahun 1983 untuk belajar batik dan sejak itu ia tinggal di sana, dan menikah dengan Agus Ismoyo.

Begitu mempelajari batik, Nia semakin menyadari banyak kearifan budaya Jawa yang sangat bermakna di dalam batik.

Selama 37 tahun bersama Agus, ia banyak bekerja sama dengan seniman dari negara-negara lain, termasuk dari Australia, Mali dan Nigeria.

Saat mengajarkan batik di Amerika, sambutannya cukup membanggakan. Seperti warga kota Washington, DC Carmen Delaville.

“Saya selalu ingin membuat batik, dan saya belum pernah mencobanya. Maka inilah kesempatan bagi saya”, katanya kepada voaindonesia.

Hal tak jauh berbeda juga diungkapkan warga Jepang yang tengah berada di Amerika. Ia pernah ke Indonesia dan mengakui batik sangat berkesan baginya.

Tidak hanya sebagai sarana hiasan namun juga memiliki makna sesuatu yang lebih penting, katanya.

Nah sobatbatik, orang luar negeri saja bangga dengan batik Indonesia, apalagi kita. Setuju? ***

0 Response to "Ketika Nia Fliam yang Orang Amerika Tak Rela Batik Dianggap Seni Primitif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel