Batik Sasirangan Banjarmasin, Dipamerkan Hingga Ke Amerika

batik-sasirangan

Batik Sasirangan, kerajinan kain dari Banjarmasin, apakah kalimat tersebut terdengar anah di telinga? Ternyata, beberapa daerah di Indonesia juga memiliki batik lokal yang indah.

Bahkan jika pergi ke Banjarmasin, salah satu oleh-oleh atau buah tangan yang sering disarankan ialah Batik Sasirangan.

Motif Batik Sasirangan tergolong unik, kaya dan beragam. Dengan demikian bisa dipilih mana yang sesuai untuk oleh-oleh.

Asal Nama Sasirangan

Bisa dikatakan Sasirangan adalah kain khas suku Banjar di Kalimantan Selatan. 

Nama sasirangan sendiri berasal dari kata sirang (bahasa setempat) yang berarti diikat atau dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya. Dalam istilah bahasa jahit disebut dengan dijelujur.

Kain sasirangan awalnya merupakan pakaian adat yang biasa dipakai pada upacara-upacara adat. Bahkan kain ini juga digunakan untuk kesembuhan bagi orang yang tertimpa suatu penyakit (pamintaan). 

Pada zaman dulu kain sasirangan sebagai pakaian adat lazimnya berupa ikat kepala (laung). Juga digunakan sebagai sabuk untuk lelaki serta sebagai selendang, kerudung, atau udat (kemben) bagi kaum wanita.

Menjadi Pakaian Sehari-hari

Seiring kemajuan zaman, Batik Sasirangan bukan semata menjadi pakaian adat namun sudah menjadi busana khas setempat.

Warga pun mengenakannya dalam berpakaian sehari-hari. Baju Batik Sasirangan wanita atau pria sudah mudah dijumpai karena banyak pengrajin membuatnya.

Kain sasirangan kerap dijadikan bahan bagi busana pria maupun wanita yang dipakai sehari-hari, baik untuk acara formal atau nonformal.

Selain yang disebutkan di atas, sasirangan juga tampak pada produk lain, yaitu kebaya, selendang, gorden, taplak meja, sapu tangan, sprei, dan lainnya.

Baca juga : Batik Lasem, Batik Tulis Yang Bikin Kesengsem

Kampung Sasirangan

kampung-sasirangan

Kampung Sasirangan adalah tempat produksi batik khas Banjarmasin. Di kampung ini proses membatiknya masih mempertahankan cara tradisional tak ubahnya batik di Pulau Jawa. 

Kampung Sasirangan terletak di Jalan Seberang Masjid Kelurahan Kampung Melayu. Sejak tahun 2010 telah ditetapkan sebagai salah satu objek wisata souvenir kerajinan kain dan busana sasirangan. 

Kampung Sasirangan diprakarsai oleh Dinas Pariwisata Pemkot Banjarmasin. Tujuannya ialah memudahkan pembeli sekaligus sarana pembinaan kepada usaha mikro kecil dan menengah. 

Batik Sasirangan adalah karya kerajinan kain yang ramah lingkungan. Karena menggunakan bahan pewarna alami seperti jahe, air pohon pisang, daun pandan.

Dulu Disebut Kain Calapan

Menurut sejarah sekitar abad XII sampai abad ke XIV pada masa kerajaan Dipa, masyarat di Kalimantan Selatan mengenal sejenis batik.

Warga menyebutnya Kain Calapan yang kemudian dikenal dengan nama Kain Sasirangan.

Menurut cerita rakyat, konon kain sasirangan yang pertama dibuat saat Patih Lambung Mangkurat bertapa selama 40 hari 40 malam di atas rakit balarut banyu. 

Menjelang ujung berakhirnya bertapa, rakit yang ditumpanginya tiba di daerah Rantau kota Bagantung. 

Dilihatnya seonggok buih dan dari sana terdengar suara seorang wanita. Wanita itu adalah Putri Junjung Buih yang di kemudian hari menjadi Raja di Banua ini.

Namun ia meminta syarat jika ingin diminta muncul ke permukaan. Yaitu sebuah istana Batung yang diselesaikan hanya dalam tempo sehari.

Selain itu syarat lainnya ialah kain ditenun dan dicalap atau diwarnai oleh 40 orang putri dengan motif wadi/padiwaringin.

Itulah kain calapan/sasirangan yang pertama kali dibuat. Mengetahui sejarahnya, berarti Batik Sasirangan sudah ada sejak zaman dahulu.

Banjarmasin Sasirangan Festival

Pemkot Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan bertajuk Banjarmasin Sasirangan Festival atau BSF. Pada tahun 2020 ini, kegiatan ditujukan untuk memperkanalkan Batik Sasirangan ke kancah internasional.

Banjarmasin Sasirangan Festival dimulai 4 berakhir 8 Maret 2020 di Atrium Duta Mall, Banjarmasin. Kegiatan juga dilaksanakan di Objek Wisata Siring Sungai Martapura di Jalan Piere Tendean.

Pada 2020 adalah penyelenggaraan Banjarmasin Sasirangan Festival ke-4. Peluncurannya sendiri dilaksanakan di Bali pada akhir Februari 2020. Sengaja diluncurkan di Bali karena pulau itu dikenal sebagai tujuan wisman darui berbagai negara.

Untuk menarik wisatawan, Banjarmasin Sasirangan Festival tak hanya memajang produk cantik berupa Batik Sasirangan. Melainkan juga mengundang pelaku batik dari Jawa Timur, Yogyakarta dan Solo.

Tampil di New York Fashion Week

Dia tahun sebelum penyelenggaraan Banjarmasin Sasirangan Festival, Batik Sasirangan sudah lebih dahulu terbang ke New York, Amerika.

Adalah perancang busana Vivi Zubedi yang membawa rancangannya dari Batik Sasirangan ke New York Fashion Week The Shows di NY Industria, 775 Washington Street, 11 Februari 2018.

Di Amerika, Vivi menampilkan 32 koleksi perdananya, perpaduan Batik Sasirangan dan Pagatan.

Begitulah, Negeri ini kaya akan batik. Batik Sasirangan setidaknya ada dalam daftar barang yang harus menjadi oleh-oleh saat berkunjung ke Banjarmasin. ***

0 Response to " Batik Sasirangan Banjarmasin, Dipamerkan Hingga Ke Amerika"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel