Mengenal Batik Motif Sashiko

Membaca judulnya pasti berasa janggal yaa, karena pada umumnya batik selalu berkaitan  dengan nama daerah, seperti batik Solo, batik Jogja, batik Pekalongan, batik Cirebon,  dan masih banyak lagi. Kata Sashiko seperti nama dalam bahasa Jepang.

Tebakan kamu betul. Batik dengan motif ini terinspirasi dari sashiko yaitu teknik  menjahit dari Jepang.

                                                                                               Foto : Instagram batikartsy

Teknik Menjahit Sashiko

Merupakan teknik menjahit halus dengan pola yang unik. Secara harfiah, kata sashiko  dapat diartikan sebagai tusukan kecil, merupakan penggambaran dari hasil tusukannya  yang terbentuk garis putus-putus.
Teknik jahit ini dipakai untuk menggabungkan beberapa lapis kain sejak abad 18.  Penggabungan beberapa lapis kain tersebut dimaksudkan supaya pakaian yang dihasilkan  memiliki struktur hangat dan menjadi lebih kuat.
Di Indonesia teknik ini lebih mirip dengan teknik menyulam.

Motif teknik Sashiko dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

1. Sashiko Moyosazhi
Teknik ini mempunyai jahitan jelujur, yang mempunyai ciri pada pola geometris dan  hasil jaitannya rapi.
2. Sashiko Hitomesazhi
Merupakan teknik yang menggunakan jahitan di luar jelujur, atau bebas

Motif yang biasa dipergunakan dengan teknik Sashiko berbentuk geometris, seperti ombak,  garis, lingkaran, pagar, diamond, dan masih banyak lagi. Motif-motif ini banyak  diturunkan dari design Cina, meskipun banyak motif lainnya yang merupakan pengembangan  dari masyarakat Jepang sendiri.

Filosofi Sashiko

Pattern Sashiko tidak hanya dibuat dengan meniru hasil yang sudah ada namun banyak  yang dikombinasikan dengan kain modern. Masyarakat setempat bahkan percaya bahwa  pattern Sashiko bisa dipergunakan untu mecegah aura negatif, dan menjadi lambang  kedamaian, kebahagiaan, kesuburan, dan juga kemakmuran keluarga. Masyarakat di Pulau  Sado Jepang merupakan satu-satunya yang masih memegang teguh prinsip tradisional  Sashiko.

Sashiko Di Zaman Modern

Teknik jahit Sashiko pada umumnya menggunakan benang katun berwarna putih dan dijahit  diatas kain polos bewarna indigo, yaitu sebuah kain yang dihasilkan dari pewarnaan  pepohonan dan kulit kayu. Saat ini, penggunaan teknik Sashiko juga diaplikasikan di  atas kain denim. Bahkan teknik ini akan sangat cantik digunakan untuk dekoratif tas,  sepatu, ataupun jaket.
Beberapa tahun ini motif Sashiko kembali banyak diminati. Di Indonesia banyak sekali  produk-produk terutama fashion yang mengadopsi motif jahit tradisional Jepang ini  sebagai pattern kain atau karya unik lainnya yang tidak pasaran, dan banyak diminati  terutama kaum milenial.
Untuk itulah hadir batik dengan motif Sashiko yang ternyata mendapatkan respon positif  karena motifnya lebih berasa kekinian. Beberapa juga dikombinasikan dengan motif batik  Indonesia seperti misalnya kawung, truntum. Pngerjaan motif batik sashiko menggunakan teknik cap, dan masuk dalam kategori motif batik modern.

Semoga dengan artikel ini sedikit banyak akan menambah pengetahuan mengenai motif  batik yaa...***



0 Response to "Mengenal Batik Motif Sashiko"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel